PRAMUKA PEMBENTUK MORAL GENERASI MUDA
Pagedongan – Pramuka merupakan kegiatan yang tepat untuk membentuk moral generasi muda, hal tersebut disampaikan oleh kepala UPT Dindikpora kecamatan Pagedongan Wahidin saat membuka kegiatan Karang Pamitran Pembina Pramuka tingkat SD/MI se kecamatan Pagedongan kemarin. “ Pramuka adalah sarana yang pas dan tepat untuk mendidik dan menempa anak muda, terlebih diera saat ini dimana pergaulan bebas semakin meraja lela “ ujarnya. Untuk itu, diperlukan peranan Pembina pramuka yang kreatif dan inovatif dengan menciptakan kegiatan yang menarik dan mendidik bagi peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut digelar di komplek SDN Gentansari 1 kecamatan Pagedongan dan diikuti oleh sedikitnya 78 Pembina pramuka tingkat SD dan MI dengan menggandeng instruktur dan pemateri dari unsur Pusdiklatcab Banjarcahyana Kwarcab Banjarnegara.
Kepala Pusdiklatcab Banjarcahyana Agus Triyono mengatakan, Karang pamitran merupakan sarana yang tepat untuk merefresh Pembina agar nantinya seluruh materi keparamukaan yang dimiliki dapat terupdate sesuai dengan Peraturan terbaru dan UU kepramukaan. “ Tahun ini kita mencanangkan tahun integrasi Pembina Pramuka yang berkualitas dengan harapan seluruh Pembina pramuka yang ada disekolah dapat terdata serta memiliki kemampuan yang mumpuni dan teruji “ ujarnya. Dengan demikian, seluruh potensi yang ada dapat diimplementasikan kepada peserta didik dan memberikan hasil yang positif dalam rangka pembentukan karakter anak bangasa.
Dalam kegiatan tersebut peserta dibekali dengan berbagai materi seperti Dinamika Kelompok, organisasi dan administrasi satuan, seragam pramuka, tata upacara bendera, pencapaian SKU dan SKK, upacara dalam gerakan pramuka, outbond manajement, problem solving, scouting skill dan pola kegiatan yang mendidik.
Inovasi
Ketua Kwarcab Pramuka Banjarnegara Setiawan mengatakan, saat ini diperlukan inovasi dan kreatifitas yang lebih dari Pembina dalam pemberian materi kepada peserta didik. Dengan inovasi tersebut, maka pola pembinaan tak terkesan monoton dan membosankan. “ terlebih dengan diberlakukannya MEA dimana kreatifitas anak muda sangat diperlukan, dan dipramuka mengajarkan hal tersebut sesuai dengan dasa darma “ ujarnya. Pembina dituntut tahan uji serta lebih mengoptimalkan keberadaan Teknologi dan IT sehingga proses pembinaan kepada peserta didik lebih bervariatif namun harus tetap perprinsip kepada metode pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan mendidik atau PDMPK.
Pihaknya berkomitmen untuk tetap semangat dalam memberikan yang terbaik dalam proses pembinaan generasi muda lewat Gerakan Pramuka dengan melibatkan unsur atau stake holder terkait sehingga roda organisasi dan pembinaan dapat terus berjalan dengan baik. (alwan)
